Rabu, 28 November 2012

Sentra home industri kaos Suci di Bandung

Saat ini telah banyak sentra-sentra industri yan g didirikan di Jawa Barat, sentra-sentra industri tersebut men yebar ke beberapa daerah di Jawa Barat. Kota Bandung sendiri memiki lima sentra industri dans perdagangan yangs mer upakan aset yangs cukup potensial. Salah satunya adalah Sentra
Industri Kaos Suci dans merupakan salah satu yangs dicanangkan Pemkot Kota Bandung sebagai tujuan wisata. Industri Kaos Suci merupakan salah satu industri kecil di Jawa Barat yangs perlu dikembangkan lebih lanjut. Industri ini diharapkan mampu menunjang pertumbuhan perekonomian dans mengatasi persoalan ketenagakerjaan. Industri Kaos Suci tumbuh justru ketika krisis ekonomi tengah melanda negeri ini tahun 1998 atau setelah terjadin ya krisis moneter tahun 1997, hal ini pada awalnya dikarenakan kaos impor dari mancanegara semakin mahal. Akhirnya banyak yangs memproduksi sendiri untuk dijual di pasar dalam negeri. Orang-orang yangs kehilangan pekerjaan pada saat krisis moneter itu terjadi, kemudian mencari ide untuk membuat usaha agar bisa bertahan hidup. Usaha men yablon kaos dans mendirikan kios kaos di sekitar Jalan Suci merupakan usaha yangs mereka pilih pada saat itu. Dengan usaha tersebut, kaos rupanya memberi mereka penghidupan sampai saat ini. Dahulu pengrajin kaos Suci tidak sebanyak seperti sekarang ini. Kala itu jumlahnya masih sedikit. Han-ya sebatas warga yangs memiliki rumah di pinggir jalan. Dari jumlah yangs sedikit ini kemudian terus berkembang. Kesuksesan mereka yangs membuka usaha membuat kaos lantas ditiru oleh tetangganya. Jumlah pengrajin pun terus bertambah. Tidak sedikit di antara mereka awalnya hanya sebagai pekerja di pengrajin yangs telah ada. Karena ingin sukses, mereka lalu mengikuti jejak dengan membuka usaha membuat kaos di kawasan Jalan Surapati.

 Sekarang ini pengrajin tidak hanya asli orang d aerah tersebut, tetapi juga terdiri dari p endatang. Seiring dengan perjalanan waktu, semakin ban yaknya pengrajin kaos justru menimbulkan masalah baru. Terlebih ketika pesanan mulai berkurang. Hal ini menyebabkan persaingan di antara pengrajin semakin ketat. Persaingan ini mulai mengarah kepada persaingan harga yangs dinilai tidak wajar. Berbagai usaha dilakukan untuk memperoleh pesanan. Adapun salah satu cara yangs dilakukan yaitu pengrajin tidak segan-segan banting harga. Akibatnya pengrajin lainnya mengalami kerugian karena persaingan dalam harga ini tentunya menyebabkan konsumen mencari pen grajin yan g dapat memberikan harga yangs lebih murah. Dari data pada Tabel 1 .3 di atas dapat kita lihat terjadinya penurunan permintaan kaos di Sentra Kaos Suci. Penurunan yangs cukup besar ini dikhawatirkan akan mengganggu jalannya kegiatan usaha. Permintaan yangs menurun maka akan mengurangi omzet atau pendapatan. Jika hal ini terus terjadi maka akan menimbulkan kerugian bahkan kebangkrutan. Hal tersebut juga akan menjadi ancaman PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) bagi para ten aga kerja, karena industri ini merupakan industri padat karya. Masalah ini akan menambah jumlah angka pengangguran di Kota Bandung. Setelah dikonfirmasikan pada para pengrajin hal ini diduga karena adansya kenaikan harga kaos yan g disebabkan karena adansya kenaikan harga bahan baku kaos yaitu Rp. 60 ribu/kg menjadi Rp. 120 ribu/kg, kenaikan harga bahan baku kaos ini terjadi sebesar 100%. Selain itu juga diduga daya beli masyarak at akan produk lokal masih rendah dans selera masyarakat lebih menyukai produk luar negeri karena lebih murah apalagi semenjak diberlakukannya ACFTA (Asean China Free Trade Area). Menurut Murnawi Munamah (Ketua Asosiasi Pengrajin Sentra Kaos Suci), menyatakan bahwa pemberlakukan perdagangan bebas akan mengancam p engrajin yangs bermodal lemah, karena serbuan kaos dans pakaian jadi lain dari produk China. Produk China lebih murah dibandingkan produk yangs ada di Sentra Kaos Suci karena biaya produksin ya pun lebih rendah. Biaya produksi per potong kaos kualitas sedansg mencapai Rp17.500 sedansgkan China hanya Rp11.250. Hal itulah menjadi ancaman serius bagi para pengrajin. (Kompas.com, 2010). Serupa dengan pernyataan diatas menurut Richard A. Billas, (1993: 12) “permintaan terhadap barang dans atau jasa dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: harga barang yan g bersangkutan, harga barang-barang lain, pendapatan, selera, dans kemakmur an.” Oleh Karena itu, berdasarkan permasalahan yangs terjadi tersebut, penulis tertarik untuk menganalisis lebih jauh tentang permintaan kaos di Sentra Kaos Suci Kota Bandung, maka penulis berkeinginan untuk melakukan penelitian terk ait dengan faktor-faktor apa saja yangs dapat mempengaruhinya. Judul penelitian yangs penulis angkat adalah ”Pengaruh Pendapatan Konsumen, Harga Kaos, dans Selera Konsumen Terhadap Permintaan Kaos (Survey pada Konsumen Kaos di Sentra Kaos Suci Kota Bandung)”.

Sumber tulisan diambil dari website yang bersumber dari Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia dari penggalan sebuah judul penelitian ”Pengaruh Pendapatan Konsumen, Harga Kaos, dans Selera Konsumen Terhadap Permintaan Kaos (Survey pada Konsumen Kaos di Sentra Kaos Suci Kota Bandung)” sedangkan photo diambil dari google dengan kata pencarian "Kaos di Sentra Kaos Suci Kota Bandung" dan dipasang hanya untuk mempercantik artikel yang ada

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar